Laman

Perkuliahan PIS, 13 April 2010 (Teori-Teori Sosial)

Dalam menelaah atau mengkaji permasalahan sosial (manusia) yang menjadi objek ilmu-ilmu sosial, terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyelesaikan permasalah-permasalah tersebut. Teori-teori tersebut adalah :
  1. Teori Funggsionalisme
  2. Teori Konflik
  3. Teori Perilaku Sosial
  4. Teori Interaksionisme Simbolis
  5. Teori Pertukaran Sosial
  6. Teori Etnometodologi
Tugas saudara adalah

  • Menjelaskan teori tersebut
  • Menyebutkan tokoh dan pemikiran
Ketentuan:
  1. Jawaban dikirim lewat e-mail (sriyantogeo@staff.unnes.ac.id)
  2. Paling lambat hari Jumat, 16 April 2010
  3. Daftar Pustaka dicantumkan
  4. Kelompok (4-5 orang)
Selanjutnya adalah suadara diharuskan mengomentari "Teori-Teori Sosial" dalam blog ini sebagai presensi kehadiran pada tanggal 13 April 2010. Minimal 3 kalimat-maksinal 10 kalimat.

Terima kasih
The Big Short: Inside the Doomsday Machine

Artikel Terkait:

58 komentar:

cumapuji mengatakan...

Nama : Puji Nursoleha
NIM : 3211409053
Prodi : Geografi,S1

menurut saya,Teori Fungsional-Struktural merupakan sesuatu yang urgen dan sangat bermanfaat dalam suatu kajian tentang analisa masalah sosial. Hal ini disebabkan karena studi struktural dan masyarakat merupakan sebuah masalah sosiologis yang telah menembus karya-karya para pelopor ilmu sosiologis dan para ahli teori kontemporer. Teori telah berkembang secara meluas dan merata.

sinoks rima mengatakan...

Nama : Rima Dipahada
NIM : 3211409030
Prodi : Geografi,S1

Menurut saya,Teori Konflik mencakup beberapa pokok pembahasan : penyebab konflik, siapa yang konflik,intensitas konflik dan penyelesaian konflik. Penyebab terjadinya konflik karena faktor ekonomi(determinasi ekonomi).Teori konflik bersifat mendalam dan sulit diselesaikan. Contohnya konflik yang terjadi antar dua kelas(Borjuis dan Proletar).
Pola konflik: Kelas sosial-Konflik-Revolusi

avrilia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
avrilia mengatakan...

Nama : Arum Uktiani
NIM : 3211409054
Prodi : Geografi, S1

Teori Perilaku Sosial
Inti teori perilaku sosial adalah bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang bersifat pribadi dan faktor yang bersifat sosial dan adanya Life Space (LS) yang merupakan konstelasi dari faktor-faktor yang menentukan baik individual maupun lingkungan. Perilaku seseorang dapat digambarkan sebagai fungsi dari Life Space (LS) dimana LS terdiri dari faktor personal dan lingkungan.

cham mengatakan...

Nama : Samrotul Rizqiyah
NIM : 3211409024
Prodi: Geografi

Teori fungsionalisme
Teori fungsionalisme struktural menekankan kepada keteraturan dan mengabaikan konflik dan perubahan2 dlm masyarakat.
Konsep2 utamanya adalah: fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan.
Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain.

nuie mengatakan...

Ilmu social dinamakan demikian, karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehiduapan bersama sebagai objek yang dipelajari. Ilmu ilmu social belum memiliki kaidah dan dalil yang tetap dimana oleh bagian yang terbesar masyarakat, oleh karena itu ilmu social belum lama berkembang, sadangkan yang menjadi objeknya masyarakat terus berubah. Sifat masyarakat terus berubah-ubah, hingga belum dapat diselidiki dianalisis secara tuntas hubungan antara unsure-unsur dalam kehidupan masyarakat yang lebih mendalam. Lain halnya dengan ilmu pengetahuan alam yang telah lama berkembang, sehingga telah memiliki kaidah dan dalil yang teratur dan diterima oleh masyarakat, dikarenakan objeknya bukan manusia. Ilmu social yang masih muda usianya, baru sampai pada tahap analisis dinamika artinya baru dalam datara tentang analisis dataran masyarakat manusia yang bergerak.

YUSUF NUNUNG ARIFIN
3211409045
GEOGRAFI

google mengatakan...

NAMA;ISA ALQURNI
NIM ;3211409046
PRODY;GEOGRAFI


pada dasarnya ilmu sosal adalah salah satu prinsip kesosialan dalam menjunjung rasa kesolidarisme terhadap sesama manusia untuk mengembangkan interaksi dalam berkarya .
secara ideologi bahwa fungsionarisme adalah terkait dengan keteraturan

Ma'ruf mengatakan...

NAMA :AHMAD ROUF
NIM :3211409029


Etnometodologi pada dasarnya sebagai cabang ilmu sosiologi yang berurusan tentang pengungkapan realitas kehidupan dari individu dan masyarakat, akan tetapi parson mengenalkan etnometodologi sebagai teori, yaitu teori aksi/tindakan, parson berpendapat bahwa motivasi yang mendorong kegiatan individu selalu berdasarkan pada aturan/norma yang ada pada masyarakat dimana individu hidup.

TENTANG HARAPANKU mengatakan...

Teori interaksi simbolik menyatakan bahwa interaksi sosial adalah interaksi symbol. Manusia berinteraksi dengan yang lain dengan cara menyampaikan simbol yang lain memberi makna atas simbol tersebut.
Asumsi-asumsi meliputi:
>Masyarakat terdiri dari manusia yang berinteraksi melalui tindakan bersama dan membentuk organisasi.

NAMA : ANDRA RAHMAN HAKIM A
NIM : 3211409051
PRODI : GEOGRAFI S1
>Interaksi simbolik mencangkup pernafsiran tindakan. Interaksi non simbolik hanyalah mencangkup stimulus respon yang sederhana.

fajar tri kuncoro mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
fajar tri kuncoro mengatakan...

Teori fungsionalisme yang bermula dari Comte dan dilanjutkan oleh Spencer mengatakan bahwa masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung satu sama lain. Dalam teori konflik oleh Dahrendorf mengatakan bahwa setiap masyarakat setiap saat akan tunduk pada proses perubahan,dan apapun keteraturan yang terdapat dalam masyarakat berasal dari pemaksaan terhadap anggotanya oleh mereka yang berada di atasnya. Teori perilaku sosial erat kaitannya dengan teori pertukaran,karena dalam teori pertukaran sosial telah menimbulkan perbedaan yang berkepanjangan yang berkembang pada konsep resiprositas yang akan menimbulkan perbedaan perilaku masyarakat. Lalu dalam teori interaksionisme simbolik prinsip dasarnya meliputi kemampuan untuk berfikir,berinteraksi, melakukan tindakan khusus terhadap situasi,dan akhirnya dengan pola tindakan dan interaksi terbentuklah kelompok dan masyarakat. Sedangkan dalam teori etnometodologi menurut Garfinkel teori ini membicarakan objektivitas fakta sosial sebagai prestasi anggota sebagai produk aktivitas metodologis anggota.

NAMA : FAJAR TRI KUNCORO
NIM : 3211409006

TENTANG HARAPANKU mengatakan...

Teori struktural fungsional mengansumsikan bahwa masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai bagian atau subsistem yang saling berhubungan. Bagian-bagian tersebut berfungsi dalam segala kegiatan yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup dari sistem. Fokus utama dari berbagai pemikir teori fungsionalisme adalah untuk mendefinisikan kegiatan yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup sistem sosial. Terdapat beberapa bagian dari sistem sosial yang perlu dijadikan fokus perhatian, antara lain ; faktor individu, proses sosialisasi, sistem ekonomi, pembagian kerja dan nilai atau norma yang berlaku.

NAMA : Moch Wahyu Riyanto
NIM : 3211409049
PRODI : geografi, S1

devil mengatakan...

NAMA : WISNU KURNIAWAN
NIM : 3211409047
PRODI: Geografi, S1

Menurut saya Teori pertukaran sosial merupakan satu teori yang telah dikembangkan oleh pakar psikologi John Thibaut dan Harlod Kelley (1959),ahli sosiologi seperti George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita memasuki dalam hubungan pertukaran dengan orang lain kerana daripadanya kita dapat memperolehi sesuatu ganjaran Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan sesuatu ganjaran.

google mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
dzulfikar mengatakan...

NAMA : DZULFIKAR HABIBI JAMIL
NIM : 3211409055
PRODI : GEOGRAFI

Teori-teori konflik pada umumnya memusatkan perhatiannya terhadap pengenalan dan penganalisisan kehadiran konflik dalam kehidupan sosial, penyebabnya dan bentuknya, serta akibatnya dalam menimbulkan perubahan sosial. Dapat dikatakan bahwa, teori konflik merupakan teori terpenting pada saat kini, oleh karena penekanannya pada kenyataan sosial di tingkat struktur sosial dibandingkan di tingkat individual, antarpribadi atau budaya. Sehingga konflik yang terjadi antara seorang warga Muslim dan warga Kristen di Maluku, ditengarai bukanlah merupakan cerminan kebencian pribadi antara mereka, melainkan lebih sebagai cerminan ketidaksesuaian atau oposisi antara kepentingan-kepentingan mereka seperti yang ditentukan oleh posisi mereka dalam masing-masing kelompok agama mereka.

lukman mengatakan...

Nama :M LUKMAN NUL KHAKIM
NIM :3211409032
Prodi :Geografi


Teori konflik menegaskan dominasi beberapa kelompok sosial tertentu oleh kelompok sosial yang lain, melihat tatanan didasarkan atas manipulasi dan kontrol oleh kelompok dominan, dan melihat perubahan sosial terjadi secara cepat dan tidak teratur ketika kelompok subordinat menggeser kelompok dominan.Didalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu kelompok minoritas dan kelompok mayoritas.Adanya perbedaan ini yang nantinya menimbulkan konflik.

lingga mengatakan...

Nama : Lingga Bayu Satriya
NIM : 3211409050

saya akan mengomentari tentang teori konflik, Teori konflik di bangun dalam rangka menentang langsung terhadap teori fungsionalisme struktural.Tokoh utama teori ini adalah Ralp Dahrendorf. Teori ini bertentangan dengan fungsionalisme struktural yaitu masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang di tandai pertentangan yang terus menerus di antara unsur-unsurnya. Teori ini menilai bahwa keteraturan yang terdapat dalam masyarakat hanyalah disebabkan karena adanya pemaksaan /tekanan kekuasaan dari atas oleh golongan yang berkuasa. Konsep teori ini adalah wewenang dan posisi. Keduanya merupakan fakta sosial. Dahrendorf berpendapat bahwa konsep-konsep seperti kepentingan nyata dan kepentingan laten,kelompok kepentingan dan kelompok semu,posisi dan wewenang merupakan unsur-unsur dasar untuk dapat menerangkan bentuk-bentuk dari konflik.
Sementara itu Berghe mengemukakan emapt fungsi dari konflik yaitu :
1.Sebagai alat untuk memelihara solidaritas
2.membantu menciptakan ikatan aliansi dengan kelompok lain.
3.Mengaktifkan peranan individu yang semula terisolasi.
4.Fungsi komunikasi,sebelum konflik kelompok tertentu mungkin tidak mengetahui posisi lawan.Tapi dengan adanya konflik,posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas.
kesimpulan dari teori konflik adalah terlalu mengabaikan keteraturan dan stabilitas yang memang ada dalam masyarakat di samping konflik itu sendiri.

rizki y mengatakan...

NAMA : RIZKI YULIANTO
NIM : 3211409018
PRODI : GEOGRAFI

Konflik dapat merupakan proses yang bersifat instrumental dalam pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial. Konflik dapat menempatkan dan menjaga garis batas antara dua atau lebih kelompok. Konflik dengan kelompok lain dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial sekelilingnya.

Seluruh fungsi positif konflik tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi suatu kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain. Misalnya, pengesahan pemisahan gereja kaum tradisional (yang memepertahankan praktek- praktek ajaran katolik pra- Konsili Vatican II) dan gereja Anglo- Katolik (yang berpisah dengan gereja Episcopal mengenai masalah pentahbisan wanita). Perang yang terjadi bertahun- tahun yang terjadi di Timur Tengah telah memperkuat identitas kelompok Negara Arab dan Israel.

widi mengatakan...

Nama : Wahyu Widi
NIM : 3211409040

teori fungsionalisme struktural lebih menekankan pada keteraturan/order,mengabaikan konflik dan perubahan-peru bahan dalam masyarakat. Konsep utamanya adalah fungsi,disfungsi,fungsi laten,fungsi manifest dan keseimbangan/equilibrium. Masyarakat menurut teori ini merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian/elemen yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang laib.Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur dalam sistem sosial fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur tidak akan ada atau hilang dengan sendirinya. Salah satu tokohnya adalah Robert K.Merton berpendapat bahwa objek analisa sosiologi adalah fakta sosial seperti peranan sosial,pola-pola institusional,proses sosial,organisasi kelompok,pengendalian sosial,dll.
Penganut teori fungsional ini memang memandang segala pranata sosial yang ada dalam suatu masyarakat tertentu serba fungsional dalam artian positif dan negatif. Satu hal yang dapat di simpulkan adalah bahwa masyarakat senantiasa berada dalam keadaan berubah secara berangsur-angsur dengan tetap memelihara keseimbangan.Setiap peristiwa dan setiap struktur yang ada fungsional bagi sistem sosial itu. Masyarakat dilihat dalam kondisi:dinamika dalam keseimbangan.

Dwi mengatakan...

Nama : Dwi Amri Wibowo
Nim : 3211409056
Prodi: Geografi,S1


Menurut saya Teori-Teori Sosial dilihat dari Teori Fungsionalisme Struktural Teoritisi struktural fungsional cenderung melihat fakta sosial memiliki kerapian antar hubungan dan keteraturan yang sama dengan yang dipertahankan oleh konsensus umum. Sedangkan teoritisi konflik cenderung menekankan kekacauan antar fakta sosial, serta; gagasan mengenai keteraturan dipertahankan melalui kekuasaan yang memaksa dalam masyarakat.Konflik dapat merupakan proses yang bersifat instrumental dalam pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial dan Teori Konflik dapat menempatkan dan menjaga garis batas antara dua atau lebih kelompok. Konflik dengan kelompok lain dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial sekelilingnya.

Zayyinul Furqon mengatakan...

Nama : AKH ZAYYINUL FURQON
NIM : 3211409023
Prodi: GEOGRAFI

menurut saya,
Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalahpsikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961),Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita masuk kedalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperolehimbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkansuatu imbalan bagi kita. Seperti halnya teori pembelajaran sosial, teori pertukaran sosialpun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang salingmempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orangl ain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang salingmempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan(cost) dan keuntungan (profit).

amri mengatakan...

Nama :muhamad abdul munir
nim :3211409041
prodi:geografi

Mengenal
Singkat Teori Interaksionisme Simbolik

Dalam

perspektif ini dikenal nama sosiolog George Herbert Mead (1863–1931), Charles Horton Cooley (1846–1929), yang memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok. Mereka menemukan bahwa individu-individu tersebut berinteraksi dengan menggunakan simbol-simbol, yang di dalamnya berisi tanda-tanda, isyarat dan kata-kata. Sosiolog interaksionisme simbolik kontemporer lainnya adalah Herbert Blumer (1962) dan Erving Goffman (1959)

Teori fungsionalisme struktural menekankan kepada keteraturan(order) dan mengabaikan konflik dan perubahan2 dlm masyarakat. Konsep2 utamanya adalah: fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan(equilibrium).

amri mengatakan...

nama : sula ari aprianto
nim : 3211409052
prodi : geografi,s1


Dalam fungsionalisme struktural, istilah struktural dan fungsional tidak selalu perlu dihubungkan, kita dapat mempelajari struktur masyarakat tanpa perlu mengetahui fungsinya begitu juga sebaliknya. Fungsionalisme kemasyarakatan (Societal Functionalism), sebagai salah satu pendekatan fungsionalisme struktural, paling dominan digunakan para fungsionalis struktural. Perhatian utama dari fungsionalisme kemasyarakatan ini ialah struktur sosial dan institusi masyarakat secara luas, hubungannya dan pengaruhnya terhadap anggota masyarakat (individu/pemain).

Ahmad mengatakan...

Nama : Ahmad Fadoli
N I M : 3211409014
Prodi : Geografi, S1


Fisher dkk (2001:7) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan, yaitu:

- Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras.
- Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.
- Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
-Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.
-Transformasi Konflik, mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif.

dinda penggayuh mengatakan...

nama : nova sari
nim : 3211409035
prodi: geografi, s1
Etnometodologi pada dasarnya sebagai cabang ilmu sosiologi yang berurusan tentang pengungkapan realitas kehidupan dari individu dan masyarakat, akan tetapi parson mengenalkan etnometodologi sebagai teori, yaitu teori aksi/tindakan, parson berpendapat bahwa motivasi yang mendorong kegiatan individu selalu berdasarkan pada aturan/norma yang ada pada masyarakat dimana individu hidup.

dinda penggayuh mengatakan...

nama : dinda penggayuh
nim : 3211409048
prodi : geografi, s1

Teori fungsionalisme yang bermula dari Comte dan dilanjutkan oleh Spencer mengatakan bahwa masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung satu sama lain. Dalam teori konflik oleh Dahrendorf mengatakan bahwa setiap masyarakat setiap saat akan tunduk pada proses perubahan,dan apapun keteraturan yang terdapat dalam masyarakat berasal dari pemaksaan terhadap anggotanya oleh mereka yang berada di atasnya. Teori perilaku sosial erat kaitannya dengan teori pertukaran,karena dalam teori pertukaran sosial telah menimbulkan perbedaan yang berkepanjangan yang berkembang pada konsep resiprositas yang akan menimbulkan perbedaan perilaku masyarakat. Lalu dalam teori interaksionisme simbolik prinsip dasarnya meliputi kemampuan untuk berfikir,berinteraksi, melakukan tindakan khusus terhadap situasi,dan akhirnya dengan pola tindakan dan interaksi terbentuklah kelompok dan masyarakat. Sedangkan dalam teori etnometodologi menurut Garfinkel teori ini membicarakan objektivitas fakta sosial sebagai prestasi anggota sebagai produk aktivitas metodologis anggota.

bagusz mengatakan...

NAMA : BAGUS ADI PRASETYO
NIM : 3211409007
PRODI: GEOGRAFI S1

TEORI PERTUKARAN SOSIAL

Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannyaTeori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit).

Anonim mengatakan...

Nama = Rifky M. Zulfa Fauzi
NIM = 3211409008
Prodi = Geografi

Dalam mengkaji permasalahan sosial tentunya mengetahui terlebih dahulu permasalahan-permasalahan sosialnya, sehingga kita dapat mendapat jalan keluar atau solusi dengan menggunakan beberapa teori-teori di bawah ini, yaitu =
1. Teori Funggsionalism e
2. Teori Konflik
3. Teori Perilaku Sosial
4. Teori Interaksionisme Simbolis
5. Teori Pertukaran Sosial
6. Teori Etnometodologi

Andy caem mengatakan...

Nama :Luqman Andy P.
NIM :3211409013
Prodi:Geografi, s1


Teori Konflik Karl Marx (1818- 1883)

Teori konflik Karl Marx didasarkan pada pemilikan sarana- sarana produksi sebagai unsur pokok pemisahan kelas dalam masyarakat.

Marx mengajukan konsepsi mendasar tentang masyarakat kelas dan perjuangannya. Marx tidak mendefinisikan kelas secara panjang lebar tetapi ia menunjukkan bahwa dalam masyarakat, pada abad ke- 19 di Eropa di mana dia hidup, terdiri dari kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas pekerja miskin sebagai kelas proletar. Kedua kelas ini berada dalam suatu struktur sosial hirarkis, kaum borjuis melakukan eksploitasi terhadap kaum proletar dalam proses produksi.. Eksploitasi ini akan terus berjalan selama kesadaran semu eksis (false consiousness) dalam diri proletar, yaitu berupa rasa menyerah diri, menerima keadaan apa adanya tetap terjaga.

Ketegangan hubungan antara kaum proletar dan kaum borjuis mendorong terbentuknya gerakan sosial besar, yaitu revolusi. Ketegangan tersebut terjadi jika kaum proletar telah sadar akan eksploitasi kaum borjuis terhadap mereka.

kenzcilz mengatakan...

Nama : Andika prasetya
Nim : 3211409005
Prodi: Geografi s1

Menurut saya Teori konflik yaitu, sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial.

Anonim mengatakan...

Nama : Elina Rifda R
Nim : 3211409015

B. Tingkatan konflik
Agar bisa merespon konflik secrara tepat, kita perlu memahami level (tingkatan) konflik. Ada konflik yang levelnya individual dan ada pula konflik yang levelnya kelembagaan. Keduanya akan dipaparkan secara lebih detail berikut ini.
1. Konflik Tingkat Individu
Dalam kategori ini, terdapat dua kategori konflik, yaitu: (1) konflik dalam diri individu yang bersangkutan, dan (2) konflik antar individu. Konflik dalam diri seseorang terjadi ketika dia mempunyai dua atau lebih kepentingan yang sifatnya bertentangan.
2. Konflik Tingkat Lembaga
Dua atau lebih lembaga, bisa terlibat dalam suatu konflik. Pada tingkat lembaga ini, ada dua tingkatan konflik: (1) konflik dalam lembaga dan (2) konflik antar lembaga.
Kalau kita amati dinamika suatu lembaga, kita bisa menemukan adanya dalam tiga tipe konflik. Adapun tipe-tipe konflik ini adalah:
a) Konflik penugasan. Dalam kasus ini, konflik terjadi karena perbedaan pendapat dalam hal bagaimana cara menyelesaikan suatu tugas. Sebagai contoh, ada perbedaan pendapat dalam satu kelompok kerja bagaimana cara kampanye yang efektif, apakah melalui radio atau televisi.
b) Konflik emosional. Konflik emosional ini melibatkan hubungan interpersonal antar anggota yang bekerja dalam satu kelompok. Dalam hal ini, emosi negatif, perasaan tidak suka terhadap orang lain menjadi hal pendukung konflik.
c) Konflik administratif. Konflik ini terjadi manakala terjadi ketidaksetujuan tentang cara merumuskan keputusan kebijakan. Konflik ini meliputi ketidaksepakatan mengenai tugas dan wewenang yang dimiliki dari anggota kelompok.
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab konflik antar lembaga: keterbatasan sumberdaya, perbedaan pandangan, atau tujuan yang tidak sejalan. Dalam konflik antar lembaga dapat berdampak pada persepsi dan tingkah laku masyarakat.

Anonim mengatakan...

Nama : mujiyati
Nim : 3211409044
Prodi : Geografi, S1

Teori Perilaku Sosial
Teori paradigm social adalah hubungan antar individu (manusia) dengan lingkugannya (sosial / non sosial)
1.teori perilaku sosial
konsep dasar dari teori ini adalah penguat / ganjaran (reward). Teori ini lebih menitikberatkan pada tingkah laku aktor dan lingkungan.
2.Teori Pilihan Rasional
Pusatnya adalah aktor / manusia yang mempunyai tujuan. Dalam teori ini memperhatikan 2 pemaksa utama yaitu sumber daya dan lembaga social.
3.Teori Pertukaran Sosial
adalah teori yang berkaitan dengan tindakan sosial yang saling memberi atau menukar objek yang mempunyai nilai antar indvidu sebagai dasar tatanan sosial
a. teori pertukaran sosial klausa
b. teori pertukaran sosial modern – psikologi eksperimental – bagaimana orang mengntrol kejiwaan
prinsip2 :
1.satuan analisis
2.motif pertukaran
3.keuntungan / faedah
4.pengesahan sosial

Anonim mengatakan...

NAMA : ZULI WAKHIDATIN
NIM : 3211409033
PRODI : GEOGRAFI

Teori pertukaran sosial merupakan teori yang memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal).

endah prasetyo mengatakan...

NAMA : ENDAH NOVITASARI
NIM : 3211409064
PRODI : GEOGRAFI,S1

MENURUT SAYA TEORI INTERAKSI SIMBOLIK ADALAH TEORI DIMANA TERJADI SUATU PERILAKU MANUSIA YANG SALING BERINTERAKSI, MEREKA BERINTERAKSI DENGAN MENGGUNAKAN SIMBOL-SIMBOL ATAU TANDA-TANDA YANG MENURUT MEREKA ITU SUATU INTERAKSI YANG BIASA DIGUNAKAN SEBAGAI SUATU KOMUNIKASI.

HAL INI DI KUATKAN DENGAN ADANYA PERNYATAAN DARI PARA AHLI.
perspektif ini dikenal nama sosiolog George Herbert Mead (1863–1931), Charles Horton Cooley (1846–1929), yang memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok. Mereka menemukan bahwa individu-individu tersebut berinteraksi dengan menggunakan simbol-simbol, yang di dalamnya berisi tanda-tanda, isyarat dan kata-kata. Sosiolog interaksionisme simbolik kontemporer lainnya adalah Herbert Blumer (1962) dan Erving Goffman (1959)

upiq (Zuhriatul Fikriya) mengatakan...

Nama : Indah Astuti
NIM : 3211409069
Prodi: Geografi

Fungsionalisme struktural bermaksud menjadi suatu teori umum mengenai masyarakat yang tidak begitu membenarkan kapitalisme (walaupun sering terjadi justeru membenarkan). Sebagai sesuatu yang memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai kesulitan-kesulitan kapitalisme, tanpa mengutuknya.

jaka mengatakan...

Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.

Anonim mengatakan...

Nama :Augustinus Lambok B.N
NIM :3211409038
Prodi :Geografi,S1

konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Teori konflik melihat pertikaian dan konflik dalam sistem sosial. Teori konflik melihat bahwa di dalam masyarakat tidak akan selamanya berada pada keteraturan. Buktinya dalam masyarakat manapun pasti pernah mengalami konflik-konflik atau ketegangan-ketegangan. Kemudian teori konflik juga melihat adanya dominasi, koersi, dan power dalam masyarakat. Teori konflik juga membicarakan mengenai otoritas yang berbeda-beda

Anonim mengatakan...

Nama :Muslim Priyono
NIM :3211409028
Prodi :Geografi

Teori interaksionisme simbolis adalah salah satu cabang dalam teori sosiologi yang mengemukakan tentang diri sendiri (the self) dan dunia luarnya.
Dengan mengetahui interaksionisme simbolik sebagai teori maka kita akan bisa memahami fenomena sosial lebih luas melalui pencermatan individu. Ada tiga premis utama dalam teori interaksionisme simbolis ini, yakni manusia bertindak berdasarkan makna-makna; makna tersebut didapatkan dari interaksi dengan orang lain; makna tersebut berkembang dan disempurnakan saat interaksi tersebut berlangsung.

jaka mengatakan...

Nama : Ardiyan Sapto T.N
NIM : 3211409025
Prodi : Geografi


Etnometodologi sendiri adalah suatu studi tentang praktek sosail keseharian yang diterima secara taken for granted berdasarkan akal sehat (common sense). Etnometodologi mulai berkembang di tahun 1950 dengan tokoh penggagasnya adalah Harold Garfinkel. Garfinkel sendiri adalah dosen pada UCLA di West Coast. Akan tetapi baru dikenal oleh kalangan luas (oleh profesi-profesi lain) pada akhir 1960-an dan awal 1970-an ( Poloma : 1994 : 281). Garfinkel memunculkan etnometodologi sebagai bentuk ketidaksetujuannya terhadap pendekatan-pendekatan sosiologi konvensional yang dianggapnya mengekang kebebasan peneliti. Penelitian konvesional selalu dilengkapi asumsi, teori, proposisi dan kategori yang membuat peneliti tidak bebas di dalam memahami kenyataan sosial menurut situasi di mana kenyataan sosial tersebut berlangsung.

jaka mengatakan...

Nama :Jaka Trapsilo
NIM :3211409010
Prodi :Geografi
Etnometodologi sendiri adalah suatu studi tentang praktek sosail keseharian yang diterima secara taken for granted berdasarkan akal sehat (common sense). Etnometodologi mulai berkembang di tahun 1950 dengan tokoh penggagasnya adalah Harold Garfinkel. Garfinkel sendiri adalah dosen pada UCLA di West Coast. Akan tetapi baru dikenal oleh kalangan luas (oleh profesi-profesi lain) pada akhir 1960-an dan awal 1970-an ( Poloma : 1994 : 281). Garfinkel memunculkan etnometodologi sebagai bentuk ketidaksetujuannya terhadap pendekatan-pendekatan sosiologi konvensional yang dianggapnya mengekang kebebasan peneliti. Penelitian konvesional selalu dilengkapi asumsi, teori, proposisi dan kategori yang membuat peneliti tidak bebas di dalam memahami kenyataan sosial menurut situasi di mana kenyataan sosial tersebut berlangsung.

Endhar G.P. mengatakan...

NAMA: Endhar G.P.
NIM: 3211409002
PRODI: Geografi S1

Teori Perilaku Sosial=
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).

endah prasetyo mengatakan...

Dalam teori konflik oleh Dahrendorf mengatakan bahwa setiap masyarakat setiap saat akan tunduk pada proses perubahan,dan apapun keteraturan yang terdapat dalam masyarakat berasal dari pemaksaan terhadap anggotanya oleh mereka yang berada di atasnya. Teori perilaku sosial erat kaitannya dengan teori pertukaran,karena dalam teori pertukaran sosial telah menimbulkan perbedaan yang berkepanjangan yang berkembang pada konsep resiprositas yang akan menimbulkan perbedaan perilaku masyarakat. Lalu dalam teori interaksionisme simbolik prinsip dasarnya meliputi kemampuan untuk berfikir,berinteraksi, melakukan tindakan khusus terhadap situasi,dan akhirnya dengan pola tindakan dan interaksi terbentuklah kelompok dan masyarakat. Sedangkan dalam teori etnometodologi menurut Garfinkel teori ini membicarakan objektivitas fakta sosial sebagai prestasi anggota sebagai produk aktivitas metodologis anggota.

REOSA ANDIKA FIRMANSYAH
3211409003
Gografi

Phiena Vinaa mengatakan...

Teori Konflik Lewis A. Coser

Konflik dapat merupakan proses yang bersifat instrumental dalam pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial. Konflik dapat menempatkan dan menjaga garis batas antara dua atau lebih kelompok. Konflik dengan kelompok lain dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial sekelilingnya. Seluruh fungsi positif konflik tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi suatu kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain. Misalnya, pengesahan pemisahan gereja kaum tradisional (yang memepertahankan praktek- praktek ajaran katolik pra Konsili Vatican II) dan gereja Anglo Katolik (yang berpisah dengan gereja Episcopal mengenai masalah pentahbisan wanita). Perang yang terjadi bertahun- tahun yang terjadi di Timur Tengah telah memperkuat identitas kelompok Negara Arab dan Israel.

OKTAVINA MUSTIKA DEWI
3211409068
Geografi

Febry_Na mengatakan...

Teori Konflik Ralf Dahrendorf

Teori konflik Ralf Dahrendorf merupakan separuh penerimaan, separuh penolakan, serta modifikasi teori sosiologi Karl Marx. Karl Marx berpendapat bahwa pemilikan dan Kontrol sarana- sarana berada dalam satu individu- individu yang sama. Menurut Dahrendorf tidak selalu pemilik sarana- sarana juga bertugas sebagai pengontrol apalagi pada abad kesembilan belas. Bentuk penolakan tersebut ia tunjukkan dengan memaparkan perubahan yang terjadi di masyarakat industri semenjak abad kesembilan belas. Diantaranya:
1. Dekomposisi Modal
2. Dekomposisi Tenaga Kerja
3. Timbulnya kelas menengah baru

Febryna K
3211409036
Geografi

uccey mengatakan...

NAMA ; OKKY GILAR IRAWAN
NIM ; 3211409043
PRODI; GEOGRAFI


Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial. Pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannnya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku.
Bagi paradigma perilaku sosial, individu kurang sekali memiliki kebebasan. Tanggapan yang diberikannya ditentukan oleh sifat dasar stimulus yang datang dari luar dirinya. Jadi tingkah laku manusia lebih bersifat mekanik.

uccey mengatakan...

Nama : Feri Ariyatno
NIM : 321109037
Prodi: Geografi



Teori Pertukaran George Homans
Inti teori pertukaran Homans terletak pada sekumpulan proposisi fundamental. Meski beberapa proposisinya menerangkan setidaknya dua individu yang berinteraksi, namun ia dengan hati-hati menunjukkan bahwa proposisi itu berdasarkan prinsip psikologis. Menurut Homans proposisi itu bersifat psikologis karena dua alasan. Pertama, proposisi itu biasanya dinyatakan da diuji secara empiris oleh orang yang menyebut dirinya sendiri psikolog. Kedua, dan yang lebih penting, proposisi itu bersifat psikologis karena menerangkan fenomena individu dalam masyarakat. Atas dasar pemikirannya ini, Homans mengakui telah menjadi seorang reduksionis psikologi. Reduksionisme menurut Homans adalah proses yang meunujukkan bagaimana proposisi yang disebut satu ilmu logikanya berasal dari proposisi yang lebih umum yang disebut ilmu lain

uccey mengatakan...

nama ; riko prianto
nim ;3211409058
prodi ;geografi



Teori Fungsional-struktural adalah sesuatu yang urgen dan sangat bermanfaat dalam suatu kajian tentang analisa masalah social. Hal ini disebabkan karena studi struktur dan fungsi masyarakat merupakan sebuah masalah sosiologis yang telah menembus karya-karya para pelopor ilmu sosiologi dan para ahli teori kontemporer

febrina akhirul khusnah mengatakan...

Nama : Febrina AK
NNIM : 3211409012
Prodi : Geografi
lmu ilmu social belum memiliki kaidah dan dalil yang tetap dimana oleh bagian yang terbesar masyarakat,
Teori Fungsional-struktural adalah sesuatu yang urgen dan sangat bermanfaat dalam suatu kajian tentang analisa masalah social. Hal ini disebabkan karena studi struktur dan fungsi masyarakat merupakan sebuah masalah sosiologis yang telah menembus karya-karya para pelopor ilmu sosiologi dan para ahli teori kontemporer.

Astin N mengatakan...

Nama : Astin Noviyati
NIM : 3211409016
Prodi: Geografi

Menurut saya, konsep dasar dari teori perilaku sosial adalah penguat / ganjaran (reward). Teori ini lebih menitikberatkan pada tingkah laku individu dan lingkungan.
Perilaku sosial itu sendiri adalah hubungan antar individu (manusia) dengan lingkungannya
sosial / non sosial)

Astin N mengatakan...

Nama : Robingatun
NIM : 3211409059
Prodi: Geografi

Teori pertukaran sosial memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal).

Anonim mengatakan...

NAMA : BUDI SULISTYO
NIM :3211409067
PRODI : GEOGRAFI,S1

Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Thibaut dan Kelley, pemuka utama dari teori ini menyimpulkan teori ini sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi.

Anonim mengatakan...

NAMA : BUDI SULISTYO
NIM : 3211409067
PRODI :GEOGRAFI,S1

TEORI PERTUKARAN SOSIAL

Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Thibaut dan Kelley, pemuka utama dari teori ini menyimpulkan teori ini sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi.

karis mengatakan...

nama : karis fetanio
nim : 3211409042
prodi : geografi s1

teori etnometodologi
Etnometodologi sendiri adalah suatu studi tentang praktek sosail keseharian yang diterima secara taken for granted berdasarkan akal sehat,ilmu ini berkembang pada tahun 1950 oleh Harold Garfinkel.
Garfinkel sendiri medefenisikan etnometodologi sebagai penyelidikan atas ungkapan-ungkapan indeksikal dan tindakan-tindakan praktis lainnya sebagai kesatuan penyelesaian yang sedang dilakukan dari praktek-praktek kehidupan sehari-hari yang terorganisir.dan ilmu ini menekankan pada kekuatan pengamatan atau pendengaran dan eksperimen melalui simulasi.

muh mengatakan...

ass.
menurut saya, dari ke 6 teori tsb adl saling korelasi.
Yang kita awali dgn adanya teori fungsionalisme yang berarti manusia/individu itu memiliki fungsi masing2, kemudian karena adnya ketidak sependapatan akhirnya timbullah konflik (Teori Konflik), kemudian antara individu2 tsb saling mengerjakan aktivitas masing2 (teori perilaku sosial), kemudian muncullah Teori interaksi sbg konsekuensi dari aktivitas2 individu tsbt, kemudian megculah pada teori etnometodologi yang menekankan pada praktik2 sosial keseharian.
Demikian pendapat menurut saya.

By Muhammad Nasrun Eko Wibowo/Geography/3211409070

google mengatakan...

NAMA: AFIF AINUL YAQIN
NIM :3211409063
PRODI:GEOGRAFI

MENURUT SAYA,teori interaksionisme memandang bahwa arti muncul dari proses sosial yang telah dilakukan.Arti dari sebuah benda untuk seseorang dari cara-cara orang lain memandang cara tersebut.sehingga teori interaksionisme memandang arti sebagai produk sosial.

ferana mengatakan...

nama: ferana sanju
nim: 3201406571
prodi pendidkan geo
Teori fungsionalisme yang bermula dari Comte dan dilanjutkan oleh Spencer mengatakan bahwa masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung satu sama lain. Dalam teori konflik oleh Dahrendorf mengatakan bahwa setiap masyarakat setiap saat akan tunduk pada proses perubahan,dan apapun keteraturan yang terdapat dalam masyarakat berasal dari pemaksaan terhadap anggotanya oleh mereka yang berada di atasnya. Teori perilaku sosial erat kaitannya dengan teori pertukaran,karena dalam teori pertukaran sosial telah menimbulkan perbedaan yang berkepanjangan yang berkembang pada konsep resiprositas yang akan menimbulkan perbedaan perilaku masyarakat. Lalu dalam teori interaksionisme simbolik prinsip dasarnya meliputi kemampuan untuk berfikir,berinteraksi, melakukan tindakan khusus terhadap situasi,dan akhirnya dengan pola tindakan dan interaksi terbentuklah kelompok dan masyarakat. Sedangkan dalam teori etnometodologi menurut Garfinkel teori ini membicarakan objektivitas fakta sosial sebagai prestasi anggota sebagai produk aktivitas metodologis anggota.

ganta mengatakan...

Nama : Ganta Muro Wijaya
Nim : 3211409031
Prodi : Geografi,S1



Menurut saya Teori pertukaran sosial merupakan satu teori yang telah dikembangkan oleh pakar psikologi John Thibaut dan Harlod Kelley (1959),ahli sosiologi seperti George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita memasuki dalam hubungan pertukaran dengan orang lain kerana daripadanya kita dapat memperolehi sesuatu ganjaran Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan sesuatu ganjaran.

ganta mengatakan...

Nama : Henri Prayogo
Nim : 3211409019
Prodi : geografi


Etnometodologi pada dasarnya sebagai cabang ilmu sosiologi yang berurusan tentang pengungkapan realitas kehidupan dari individu dan masyarakat, akan tetapi parson mengenalkan etnometodologi sebagai teori, yaitu teori aksi/tindakan, parson berpendapat bahwa motivasi yang mendorong kegiatan individu selalu berdasarkan pada aturan/norma yang ada pada masyarakat dimana individu hidup.

Poskan Komentar