Laman

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2015/2016

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Sosiologi Antropologi Rombel0 02 silahkan download di sini Ketentuan dan cara mengerjakan dapat dilihat pada soal tersebut. Terima kasih
Selengkapnya.............

UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL 2015/2016

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH STUDI MASYARAKAT INDONESIA AKAN DILAKSANAKAN PADA MINGGU KE 8 SOAL DAPAT DIUNDUH DI SINI
Selengkapnya.............

Fenomena Langka Gerhana Bulan Merah Hiasi Langit

Malam Ini, Fenomena Langka Gerhana Bulan Merah Hiasi Langit Fenomena alam langka akan terjadi dan bakal menghiasi langit Bumi pada 27 September 2015 atau Minggu malam ini. Gerhana Bulan Supermoon (Bulan merah darah), kembali menampakkan keindahannya setelah 18 tahun tidak terjadi. Pemandangan ini tentunya bakal dinantikan miliaran umat manusia di dunia.

Fenomena yang termasuk langka tersebut terakhir dilihat pada 1982, lalu 1997, sekarang 2015 dan fenomena selanjutnya akan terjadi pada 2033, yang merupakan hasil dari peristiwa trifecta.

Dr. David Wolf, mantan Astronomi NASA, mengatakan Bulan berada pada tahap yang paling penuh dan akan berada dekat dengan lokasi Bumi, yang menjadikannya supermoon. Gerhana Bulan supermoon ini akan memiliki 14 persen lebih besar dan 33 persen lebih terang dari bulan purnama pada umumnya.
Selanjutnya, manusia akan menyaksikan gerhana Bulan, di mana Bumi akan berbaris tepat antara Matahari dan Bulan, sehingga menyebabkan Bulan benar-benar jatuh dalam bayangan Bumi. Kemudian, karena sebagian dari cahaya dibiaskan atmosfer Bumi, maka Bulan akan menampakkan rona merah.
Sebagaiamana dilaporkan Digital Trends, Minggu (27/9/2015), keindahan Gerhana Bulan total supermoon langka ini akan terjadi pada Minggu sekira pukul 19.00 hingga Senin (28 September 2015), pukul 00.27 detik (semua waktu timur). Setelah melewati waktu tersebut, Bulan perlahan akan keluar dari bayangan Bumi.
Fenomena luar angkasa ini dilaporkan bisa dinikmati oleh sekira 3 miliar dari penghuni Bumi, dengan sekira 1 miliar orang di belahan Bumi Barat, 1,5 miliar orang di seluruh Eropa dan Afrika, dan sekira setengah miliar orang di bagian Barat Asia, mampu menyaksikan fenomena langka tersebut. Meski begitu, cuaca memiliki andil untuk menyaksikan fenomena langka tersebut.

Selengkapnya.............

Mengapa Venus dan Uranus Berbeda dengan Planet yang Lain


Perbandingan sumbu rotasi bumi, Venus dan Uranus
Kedua planet yang ditanyakan ini merupakan misteri di Tata Surya kita. Ini membuka kesempatan yang luas bagi teoretikus untuk bermain dengan simulasi menggunakan komputer.
Venus, berbeda dengan planet-planet lainnya, bergerak berlawanan arah (retrogade). Jika dilihat dari kutub utara, Bumi bergerak dari barat ke timur. Sebaliknya, Venus bergerak dari timur ke barat dan sekali berotasi memerlukan waktu 243 hari bumi. Seandainya kita tinggal di sana, kita akan melihat Matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur.
Kenapa ini bisa terjadi? Menurut simulasi yang dikemukakan oleh Alex Alemi dan David Stevenson, kita perlu melihat saat Tata Surya masih muda. Masih banyak bongkahan-bongkahan besar sisa pembentukan planet. Planet-planet masih mengalami tumbukan dengan bongkahan-bongkahan ini. Misalnya saja Bumi-muda kita ini bertumbukan dengan bongkahan seukuran Mars yang sekarang; pecahan-pecahan tumbukan ini terlontar ke angkasa dan menyatu menjadi Bulan.Venus pun bertumbukan dengan bongkahan-bongkahan ini. Setidaknya Venus mengalami dua kali tumbukan besar. Yang pertama seperti yang terjadi pada Bumi sebagaimana dijelaskan di atas. Venus pernah punya satelit. Namun, setelah kira-kira 10 juta tahun kemudian Venus mengalami tumbukan dahsyat di sisi yang berseberangan dari tumbukan pertama. Tumbukan kedua ini mengakibatkan perubahan arah rotasi Venus. Perubahan ini terjadi karena si planet menyerap energi orbital bulan melalui gerak pasang surut. Akibatnya, bulan tadi bergerak spiral menuju si planet hingga akhirnya keduanya bertabrakan.
Kita tinggalkan Venus dan menuju Uranus, yang tidak kalah unik dari Venus. Umumnya planet mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang hampir tegak lurus terhadap bidang orbit. Tetapi, sumbu Uranus miring 97 derajat dari sumbu tegak. Ya, Uranus bergerak menggelinding ketika mengitari Matahari. Bagaimana ini bisa terjadi pada planet yang massanya sekitar 15 kali massa Bumi?
Perlu suatu peristiwa yang mahadahsyat untuk mengubahnya menjadi sebagaimana keadaannya sekarang. Tidaklah mungkin planet itu sejak terbentuknya sudah demikian. Sebagian teori menyatakan bahwa saat pembentukan Tata Surya, cikal bakal planet sebesar Bumi bertumbukan dengan Uranus dan menyebabkan sumbu rotasinya berubah.
Ada juga teori yang tidak melibatkan tumbukan. Simulasi yang dilakukan Boue dan Laskar dari Observatorium Paris menunjukkan bahwa Uranus dahulu sekali punya bulan yang sangat besar. Massa bulan ini, meskipun hanya 0.1 % massa Uranus, mampu menarik sumbu rotasi Uranus dalam waktu jutaan tahun. Lalu, kemana bulan ini pergi? Kemungkinan besar bulan ini tertendang oleh gravitasi ketika planet masif lainnya lewat.
Selengkapnya.............

UJIAN TENGAH SEMESTER SOSAN R1

Berikut soal Ujian Tengah Semester MK Sosiologi_ANtropologi Rombel 1 Soal dapat diunduh di sini
Selengkapnya.............